Segala sesuatu di dunia ini, termasuk dalam urusan menjemput rezeki , memang tidak selalu mudah untuk diperoleh. Tidak seperti membalikkan telapak tangan, sebab kendala dan kegagalan datang silih berganti. Sayangnya, manusia seringkali terburu-buru dalam menjemput rezekinya. Naluri diabaikan, dan gaya hedonisme pun tak terelakkan. Akhirnya, berbagai cara yang salah dipersiapkan sebagai suatu jalan pintas, meski dengan memfitnah atau cara-cara yang tidak sepantasnya. Patut disadari bahwa bagaimanapun bagusnya rencana yang dibuat, jika berpangkal pada kecurangan dan keserakahan, tidak akan bermuara pada kebahagiaan.Bisa dipastikan ada luka dibaliknya. Hal yang perlu diingat, bahwa Tuhan memiliki kuasa atas umat-NYA, untuk itu manusia tidak bisa memaksakan kehendaknya atas apapun, termasuk dalam urusan rezeki. Sepatutnya manusia meyakini bahwa rezeki yang dijemput dengan kerja keras dan doa, semata mata anugerah dari Tuhan. Kesabaran dalam kerja keras, boleh jadi dianggap sebagai p...
Komentar